Music

Rabu, Juni 10, 2015

My Adventure "Karimun Jawa"


Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya ke Karimunjawa. Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karimunjawa dikembangkan menjadi pesona wisata taman laut dan banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara. Saya termasuk wisatawan lokal yang menggemari keindahan Karimunjawa.

Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir ratusan spesies fauna laut dan di antaranya ratusan jenis ikan hias (surga indah dalam lautan dengan keanakeragaman mahluk laut). Wah...tempat yang sangat-sangat indah!

Ombak yang tergolong jinak, tepi pantai berwarna hijau, pasir pantai berwarna putih dan halus, terumbu karang dengan berbagai bentuk, angin laut yang membelai rambut, turis mancanegara & turis domestik, dan wisata darat dengan hutan yang hijau dan asri...Tak bisa terlupakan suasana damai di Karimunjawa. Berikut foto-foto pemandangan yang saya kunjungi dan abadikan di Karimunjawa.





Saya dan keluarga (juga teman-teman travelling), memulai keberangkatan kami dari Stasiun Senen menuju Stasiun Semarang Tawang. Setelah 6 jam perjalanan menggunakan kereta, kami langsung menuju Pantai Kartini, Jepara. Dari sana kami berangkat menggunakan kapal Siginjai untuk menyebrang ke pulau Karimunjawa. Waktu yang kami tempuh untuk menyebrang selama 5 jam, setelah perjalanan yang kami tempuh, kapal berlabuh dan tour guide pun menyambut kami.

Disana kami menginap di beberapa Home Stay namun, memiliki satu home stay pusat (Griya Citra) untuk tempat kami berkumpul makan. Setibanya disana kami disambut dengan ramah. Mereka menyediakan makanan dan menceritakan kegiatan apa saja yang akan kami jalanin selama berada di Karimunjawa.

Hari pertama, saya dan keluarga (juga teman-teman traveling) memulai tur laut dengan snorkling. Kami menggunakan kapal untuk ke tempat tujuan snorkling. Setibanya disana, kami menggunakan persiapan renang masing-masing. Dan saya pun memulai perjalanan laut, ketika berenang saya pun tersentak: O what a wonderful heaven! really amazing place! Saya jatuh cinta pada keindahan dalam laut yang memperlihatkan banyak jenis tumbuhan laut dan hewan-hewan laut. Sungguh saya tidak memikirkan bagaimana saya harus bernafas dan sudah sejauh apa jarak saya dengan kapal, karena keindahan laut dan ikan-ikannya.




Tour guide kami menyediakan kamera under water untuk mengambil gambar kami bersama ikan-ikan dan terumbu karang. Walau pun asik dengan pemandangan laut, kami tidak lupa untuk berfoto selfie dan mengabadikan gambar kami bersama ikan-ikan dan tumbuhan laut. Secara bergantian kami mengabadikan momen dibawah air dan sangat menyenangkan!


Sore pun datang, tour guide kami mengajak kami mendarat dan berjajan-jajan-ria di pondok dagang milik warga di pinggir pantai. Kami pun menikmati makanan dan kelapa muda sambil menunggu sunset datang. Tak lama matahari pun tenggelam dalam peraduannya, sungguh penutup sore yang indah melihat sunset di Karimun.



Senja pun berganti menjadi malam, dan kami pulang ke home stay kami masing-masing dan bersiap untuk makan malam bersama. Setelah makan malam, kami pun berjalan-jalan ke alun-alun untuk menikmati suasana malam disana. Yaa... kami melihat banyak pedagang dan orang-orang yang kuliner di sepanjang jalan alun-alun.


Malam pun semakin larut dan kami kembali ke home stay kami masing-masing dan beristirahat untuk menyiapkan energi perjalanan kami di esok  hari.

Hari kedua, saya dan keluarga (juga teman-teman traveling) kembali melakukan tur laut. Kali ini kami snorkling ke Pulau Cilik yang waktu tempuhnya 1 jam dari pelabuhan alun-alun dan ke penangkaran hiu. Saya teramat-sangat terpukau dengan pesona Pulau Cilik, bawah laut yang penuh keanakeragaman ikan-ikan dan tumbuhan laut, hamparan pasir pantai yang sangat lembut, lautan dengan warna hijau dan biru, pohon-pohon hijau yang asri yang membuat saya tidak sadar bahwa saya berada dibawah terik matahari yang siap membakar kulit. Semua terbayar dengan keindahan alamnya!


Saya tidak langsung turun ke pantai untuk snorkling, melainkan ikut memancing dengan anak-anak dari tour guide yang membawa kapal kami. Saya penasaran untuk memancing ikan di laut! Saya pun mencoba untuk memancing dengan benang panjang yang ujungnya dikaitkan dengan udang-udangan untuk mengelabui pancingan kami. Dan kami pun mendapatkan sotong (sejenis cumi-cumi) untuk dibakar. 

Setelah mendapatkan hasil pancingan, saya pergi berjalan ke tepi pantai dan sungguh! Berulang akan saya katakan pesona alamnya begitu memikat panca indra penglihatan dan panca indra perasa saya. Hijau, asri, terang, putih, warna-warna yang kontras dan membawa saya dalam imajinasi romansa. Hahaha





Gambar 9. Tepi Pantai Pulau Cilik

 







Setelah menjalani kegiatan snorkling dan makan siang, saya dan teman-teman bermain di pantai sambil mengabadikan setiap momen-momen seru kami! Canda-tawa lepas ditemani keindahan alam di Karimunjawa membuat keakraban terasa semakin hangat dan menyenangkan, membuat kami lupa bahwa kami berada dibawah matahari. Sore pun tiba, kami melanjutkan perjalanan kami ke penangkaran hiu. Sesuai dengan namanya, tentunya disana terdapat anak hiu, bukan hanya hiu tapi juga ada penyu, ikan gembul, bintang laut, dan banyak jenis hewan laut lainnya. Kami pun berfoto dengan hewan-hewan laut yang berada di penangkaran hiu. Bukan hanya menikmati “bermain” dengan hewan-hewan laut disana, kami pun menangkap bulu babi dan memakannya mentah-mentah (Bulu babi adalah hewan laut yang berbentuk bundar dan memiliki duri beracun pada kulitnya yang dapat digerakkan). Senja pun tiba, kami kembali menikmati sunset dan segera pulang ketika matahari kembali ke peraduannya.



Gambar 17. Berfoto Bersama Hiu






Hari ketiga, kegiatan saya dan teman-teman adalah melakukan tracking ke Pantai Barakuda, Pantai Nirwana, Pantai Ujung Gelam, Mangrove (hutan bakau), Batulawang dan Bukit Joko Tuwo. Ramai-ramai kami mengendarai motor untuk  melakukan wisata darat. Tujuan pertama kami adalah ke pantai barakuda, nirwana dan pantai ujung gelam. Sungguh indah tempatnya! Kami ke bukit-bukit dan karang-karang besar. Melihat ombak yang jinak, duduk dibawah pohon yang rindang, menaiki bukit dan setiap momen kami abadikan. Kami pun tracking ke hutan bakau, batulawang, dan terakhir kami menikmati sunset dari Bukit Joko Tuwo.










Kami pun mengakhiri perjalanan tur darat kami ketika malam menyambut. Dengan perasaan lelah namun itu terbayar dengan kesenangan yang kami dapat selama perjalanan tracking ke banyak tempat indah. Kami kembali ke home stay kami masing-masing, membersihkan diri kami dan menikmati makan malam terakhir di Karimunjawa. Kami semua pergi ke alun-alun untuk makan malam dan membeli oleh-oleh yang akan kami bawa ke sanak-saudara dan sahabat-sahabat kami. Hingga larut malam berlalu, kami menghabiskan malam terakhir disana. 

Pagi pun tiba, di hari keempat kami berkemas untuk kembali pulang ke Jakarta. Kami membawa cerita dan gambar-gambar indah yang kami abadikan di Karimunjawa. Sungguh tak terlupakan setiap momen di Karimunjawa. Semoga alamnya akan selalu indah dan bersih, tidak tercemar meskipun sudah ramai pengunjung. Saya berharap dapat kembali kesana sekali lagi untuk menikmati hijau dan biru, putih dan cerah pesona alam di Karimunjawa.


Sekian cerita dari saya...Buat kalian yang mau berlibur ke Karimunjawa, ingin menikmati pemandangan darat, bukit, dan laut, dicoba! Kalian gak menyesal! Pemandangan daratan dan alam bawah laut yang indah itu benar-benar sesuai dengan ekspektasi. Biayanya pun murah! Gak rugi!:))

Apalagi buat diving or snorkling, biota lautnya masih asri dan tidak tercemar/rusak. pokoknya kalian akan terpuaskan dengan keindahannya yang selalu membuat "WOW!!"

Mau pergi bersama pacar, untuk honey moon, bersama keluarga, dan bersama teman-teman suasananya sangat romantic, damai, dan tenang!


Sedikit puisi untuk Karimunjawa...

Aku rindu bulan di langit karimun, dimana cahaya menyinari dengan lembut dan bintang menjadi taburan berkilau yang menghiasi hitam.
Dan aku rindu pada laut yang menenggelamkanku pada keindahan surga lautan tanpa membuatku berfikir "bagaimana aku harus bernafas?"
Aku rindu pada pasir lembut di pantai karimun, seperti butiran kerikil yang menghisap namun tak melukai kakiku.
Aku rindu pada karang di karimun yang memecah ombak walau hanya berdiam dengan tenang.
Aku rindu pada angin karimun yang membelai helai rambut ku dengan lembut walau menggeser awan dengan cepat.
Aku rindu pada karimun yang membawaku pada biru dan hijaunya melambangkan kedamaian dan ketenangan. Ya aku rindu...





 


































 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar