I wanna share about my new journey ...
masih bisa dibilang ini perjalanan baru saya sih, merambat dari keterampilan sederhana yang rutin saya lakukan disetiap sabtu atau momen tertentu (hehe).
Mau tau apa ??! (make uuuppp) ...
Yes, make up!
Pada tulisan sebelumnya "Aku Panortor", saya bercerita mengenai perjalanan saya di dunia tari.
Menjadi seorang penari tak hanya menampilkan unsur gerak badan kita, melainkan juga menampilkan unsur kostum dan riasan pada wajah (so, packaging penari menjadi menarik ketika semua unsur bersatu).
Menariknya, ber-make up pun membutuhkan keterampilan (bisa dibilang seni lukis wajah kali yaa ... haha) ! kita nih sebagai penari yang menggunakan make up harus bisa merias wajah sendiri dan sekaligus mengoreksi apa yang kurang dengan wajah kita supaya menjadi tampak indah untuk dilihat.
Kegiatan menari yang rutin dilakukan, mau tidak mau membuat kita menjadi ikut terampil dalam "melukis wajah". Dan hal inilah yang membuat keterampilan saya dari seorang penari merambat menjadi perias wajah...
(haha masih di dunia dimana saya bisa mengeksplor keartistikan dalam diri saya) ...
Berawal dari latar belakang diatas, saya mendapat tawaran untuk membantu merias wajah di salon milik saudara saya (sambil mencuri-curi ilmu dari kakak...saya pun tidak menolak ajakannya hehe). Saya harus bangun jam 04.00 pagi untuk berangkat ke salon, jam 08.00 pagi saya pulang dan kemudian bersiap diri untuk menari. Kegiatan tersebut sempat saya lakukan beberapa bulan.
Naaahhh, beberapa tawaran mulai bermunculan nih...
ada adiknya teman yang 'ngajak saya untuk merias orang-orang yang ingin melakukan poto buku tahunan, merias teman-teman yang ingin menari, sampai akhirnya challenge pertama yang saya ambil adalah merias calon pengantin yang ingin melakukan poto prewedding. Tawaran ini saya dapat dari teman kantor yang ingin melakukan prewedding.
Dalam tantangan yang saya ambil, saya tidak melakukannya sendiri. Dibantu dengan (yang juga) teman kantor yang handal dalam merias rambut, kami merger untuk menjadi make up artist & hairstylist.
Tepat pada hari sabtu (12/09) serangkaian kegiatan kami lakukan di lokasi prewedding, Citadines Apartment, Rasuna Said. Saya sebagai make up-nya mulai melukiskan inspirasi pada wajah teman kantor sekaligus klien saya.
Jam 17.00 WIB kami mulai merapikan "perlengkapan tempur" kami (maksudnya peralatan make up haha)...
Peralatan make up
Nail art
Mulai merias jam 18.00...
Model : Tanova
Counturing dan lighting pada wajah
Shadding hidung
Sebelum pemolesan akhir
Kegiatan kami lakukan di dalam ruangan (indoor) menggunakan 3 (tiga) kostum yang ber-tema-kan "Glamor dan kehangatan yang romantis".
Setelah model selesai dirias wajahnya, teman saya sebagai hairstylist mulai menggunakan imajinasinya untuk bermain dengan rambut modelnya.
Kepang rambut
Finishing hairstyle
Setelah wajah dan rambut dirias, model kami pun mulai menggunakan kostum untuk melakukan pemotretan preweddingnya.
Finishing, glitering, and wearing costum
And taraaaaa ... PHOTOSHOOT beginss
Model : Nova & Daniel
Prewedding
Taking picture
Touch up
Selesai pemotretan dengan kostum pertama, kami melakukan touch up pada wajah dan rambut untuk mengganti dengan kostum kedua...
Touch up face
Finishing
Touch up hair
Finishing
Sambil berjalannya proses pemotretan, saya dan teman merapikan spot-spot yang bisa diberdayakan untuk pengambilan gambar. Dengan cekatan kami merapikan setiap benda-benda yang berserakan sambil memberikan arahan gaya dalam pemotretan (hahaha kami mendadak jadi multitalent menjadi penata gaya) ...
Masuk pada kostum ketiga ...
touch up wajah
Touch up gaya rambut
Dinning room
Dinning room
The last moment taken
Dan akhirnya pemotretan pun selesai dengan memanfaatkan setiap spot-spot yang ada di dalam ruangan.
Saya sangat memiliki hasrat seni dan nilainya serta berorientasi pada detail. Saya sering kali bermain dengan imajinasi dan menumpahkan imajinasi diberbagai media; buku, sosmed, dan saya pun menumpahkan imajinasi di wajah saya sendiri (maksudnya make up-in muka sendiri gitu haha).
Menurut saya make up adalah seni. Saya kagum dengan para make up artist yang dapat melukis wajah sedemikian rupa sehingga modelnya dapat menjadi 180 derajat berbeda.
Adalah hal yang menyenangkan ketika bermain dengan kuas-kuas halus dan warna-warna cerah (secerah harapan saya haha), lalu menuangkannya ke media (wajah sendiri/orang lain) dan membentuk garis serta polesan yang kita mau. Kuas menari-nari ke kanan dan ke kiri dengan membawa warna-warna lalu dilukiskan dengan gemulai...
Keindahan akan lengkap ketika polesan cokelat di atas permukaan wajah untuk menutupi bagian yang memiliki kekurang dengan menggunakan counter coklat, lighter cerah dan shading. Dan ditaburi oleh debu-debu putih halus yang mencerahkan permukaan wajah...
Counter & Lighter
Meski sederhana, talenta tetap membutuhkan keterampilan untuk menyempurnakannya. Dan saya akan terus belajar mengeksplorasi setiap talenta yang saya miliki dan menggali lagi potensi-potensi yang saya punya. Mumpung masih muda...hehe :p











